Langsung ke konten utama

Puisi Perjuangan : Taufik Ismail

Hasil gambar untuk puisi ismail marzuki 
 Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini Karya Taufik Ismail
 
influencer marketing artikel merupakan situs pemasaran yang mujarab untuk meningkatkan branding 
dan produkmu.
Tidak ada pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku ?”
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus
Berjalan terus.
1966 
Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau maka tempatnya hanya ada di lelang mobil jakarta 2019
 
Puisi Kembalikan Indonesia Padaku (Taufik Ismail)
 
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bolayang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Kembalikan
Indonesia
padaku
Paris, 1971
ada keuntungan di agen bola .com

Memang Selalu Demikian, Hadi

Setiap perjuangan selalu melahirkan
Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
Jangan kau gusar, Hadi.

Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
Jangan kau kecewa, Hadi.

Setiap perjuangan yang akan menang
Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
Dan para jagoan kesiangan.

Memang demikianlah halnya, Hadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Politik : Alanda Kariza lewat Novel 'Sophismata'

Jakarta, CNN Indonesia -- Penulis muda Alanda Kariza (26) meluncurkan novel terbarunya 'Sophismata', pada Minggu (9/7). Tak seperti peluncuran buku atau novel biasanya, Alanda melakukannya via online, lewat Instagram Live di akun pribadi @alandakariza. Berlangsung selama hampir satu jam, Alanda mengungkapkan cerita di balik proses pembuatan novel, serta menjawab semua pertanyaan yang ditujukan para pembaca padanya. "Bisa dibilang ini perjalanan menulis saya sejak 2005, ketika pertama kali saya menerbitkan novel, dan 12 tahun sejak saat itu saya kembali mengeluarkan novel berbahasa Indonesia," ujarnya lewat Instagram Live. Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing effectiveness sekarang juga Alanda melakukan peluncuran buku via online karena saat ini sedang menyelesaikan studi magisternya di Universitas Warwick, Inggris Raya, dengan mengambil studi Ekonomi Perilaku. Alanda...

Estimasi Biaya Untuk Kamu Yang Berniat Menerbitkan Buku

Menerbitkan buku lewat jalur mandiri jelas berbeda dengan mekanisme penerbitan komersial. Terutama dalam hal pendanaan. Pada penerbitan mandiri, penulis diharuskan mengeluarkan ongkos cetak sesuai jumlah eksemplar. Jasa percetakan anda akan naik drastis bila menggunakan cara pemasaran yang strategis dan ampuh. Disini ada beberapa cara salah satunya adalah influencer and marketing difference Salah satu pendiri Indie Book Corner Anindra Saraswati, 26 tahun, mengatakan besaran biaya sangat tergantung pada jumlah cetakan buku dan jasa yang diberikan. Sebagai rincian, biaya edit dikenakan sebesar Rp 3.000 per halaman untuk 100 halaman pertama, setelah itu hanya Rp 2.000 per halaman. Biaya layout Rp 2.000 per halaman, sementara cover Rp 300 ribu, dan biaya ISBN Rp 50 ribu. Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau hanya ada di lelang mobil djkn jakarta "Penulis hanya bayar per jasa yan...

4 Novel Sastra Pilihan

astra tak melulu berupa puisi. Novel, cerpen, dongeng ataupun naskah drama juga merupakan bagian dari karya sastra. Pecinta buku sastra memang tak banyak, namun sekali jatuh cinta dengan sastra kamu akan sulit untuk bangun dan melepaskannya. Jika ingin mencoba mencintai sastra, yuk simak buku-buku sastra terpopuler terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang telah Gramedia.com pilihkan di bawah ini. 1. Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni merupakan salah satu novel trilogi Sapardi Djoko Damono yang paling banyak diburu. Manis-getir kisah Sarwono dan Pingkan dituangkan begitu penuh makna oleh Sapardi. Hujan Bulan Juni tidak berhenti tenar sampai kumpulan kata, tapi juga dilirik untuk diadaptasi ke layar lebar, yang dengan apik diperankan oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia. Sebelum beralih menjadi novel, Hujan Bulan Juni terlebih dahulu terbit merupa kumpulan puisi, yang kemudian juga disisipkan ke dalam novel bersama dengan Sarwono untuk P...