Langsung ke konten utama

Estimasi Biaya Untuk Kamu Yang Berniat Menerbitkan Buku

Hasil gambar untuk cara menerbitkan buku sendiri

Menerbitkan buku lewat jalur mandiri jelas berbeda dengan mekanisme penerbitan komersial. Terutama dalam hal pendanaan. Pada penerbitan mandiri, penulis diharuskan mengeluarkan ongkos cetak sesuai jumlah eksemplar.


Jasa percetakan anda akan naik drastis bila menggunakan cara pemasaran yang strategis dan ampuh. Disini ada beberapa cara salah satunya adalah influencer and marketing difference

Salah satu pendiri Indie Book Corner Anindra Saraswati, 26 tahun, mengatakan besaran biaya sangat tergantung pada jumlah cetakan buku dan jasa yang diberikan.

Sebagai rincian, biaya edit dikenakan sebesar Rp 3.000 per halaman untuk 100 halaman pertama, setelah itu hanya Rp 2.000 per halaman. Biaya layout Rp 2.000 per halaman, sementara cover Rp 300 ribu, dan biaya ISBN Rp 50 ribu. Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil klasik dengan harga yang sangat terjangkau hanya ada di lelang mobil djkn jakarta

"Penulis hanya bayar per jasa yang dipakai dari Indie Book Corner saja. Kalau naskah sudah final, dalam arti sudah editing, layout, dan desain cover, ya tinggal bayar ongkos cetak saja," kata wanita yang akrab disapa Yayas kepada detikHot, Senin (13/1/2014).

Adapun biaya cetak juga bervariasi. Ambil contoh naskah setebal 150 halaman ukuran standar, cover full color, laminasi doff atau gloss, dan jenis kertas book paper, perkiraan biaya cetak 1.000 eksemplar dengan ofset sekitar Rp 8.000 per eksemplar.


Hasil gambar untuk cara menerbitkan buku sendiri

Lalu, bagaimana harga jual buku tersebut? Ternyata, penulis diberi keleluasaan menentukan sendiri. Tapi, biasanya memakai rumus harga produksi dikalikan lima.

"Misal harga produksi bukunya Rp 6.000 tinggal dikali 5 jadi Rp 30 ribu. Tapi, kalau hanya ingin cetak terbatas, nanti harganya bisa disesuaikan sama tebal tipisnya," ujar Yayas.


Biaya lebih rendah ditawarkan Ika Kristin Diana, pendiri PT Kunci Media Utama. ada uang dari permainan sepak bola melalui agen bola.  Untuk hitungan sampai 100 eksemplar, penulis hanya dikenakan ongkos Rp 550 ribu - Rp 1,5 juta. Sudah termasuk full service.

Harga jualnya sendiri diserahkan pada penulis. Rata-rata sebesar dua kali lipat dari biaya produksi. Sementara pemasaran dilakukan sebagian besar melalui media online.

sumber : Detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Politik : Alanda Kariza lewat Novel 'Sophismata'

Jakarta, CNN Indonesia -- Penulis muda Alanda Kariza (26) meluncurkan novel terbarunya 'Sophismata', pada Minggu (9/7). Tak seperti peluncuran buku atau novel biasanya, Alanda melakukannya via online, lewat Instagram Live di akun pribadi @alandakariza. Berlangsung selama hampir satu jam, Alanda mengungkapkan cerita di balik proses pembuatan novel, serta menjawab semua pertanyaan yang ditujukan para pembaca padanya. "Bisa dibilang ini perjalanan menulis saya sejak 2005, ketika pertama kali saya menerbitkan novel, dan 12 tahun sejak saat itu saya kembali mengeluarkan novel berbahasa Indonesia," ujarnya lewat Instagram Live. Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing effectiveness sekarang juga Alanda melakukan peluncuran buku via online karena saat ini sedang menyelesaikan studi magisternya di Universitas Warwick, Inggris Raya, dengan mengambil studi Ekonomi Perilaku. Alanda...

4 Novel Sastra Pilihan

astra tak melulu berupa puisi. Novel, cerpen, dongeng ataupun naskah drama juga merupakan bagian dari karya sastra. Pecinta buku sastra memang tak banyak, namun sekali jatuh cinta dengan sastra kamu akan sulit untuk bangun dan melepaskannya. Jika ingin mencoba mencintai sastra, yuk simak buku-buku sastra terpopuler terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang telah Gramedia.com pilihkan di bawah ini. 1. Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni merupakan salah satu novel trilogi Sapardi Djoko Damono yang paling banyak diburu. Manis-getir kisah Sarwono dan Pingkan dituangkan begitu penuh makna oleh Sapardi. Hujan Bulan Juni tidak berhenti tenar sampai kumpulan kata, tapi juga dilirik untuk diadaptasi ke layar lebar, yang dengan apik diperankan oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia. Sebelum beralih menjadi novel, Hujan Bulan Juni terlebih dahulu terbit merupa kumpulan puisi, yang kemudian juga disisipkan ke dalam novel bersama dengan Sarwono untuk P...